Ini Kronologi Kasus Penggelapan Sertifikat Tanah Nirina Zubir oleh ART, Kerugian Sekitar 17M

Ini Kronologi Kasus Penggelapan Sertifikat Tanah Nirina Zubir oleh ART, Kerugian Sekitar 17M

Permasalahan mafia taanah begitu sering terjalin. Sebagian dapaat terungkapp lantaarann diiransakan si publik figur, sebut saja Diino Paatti Djalal and Rocky Gerung. Permasalahan yg terjalin, misalnya penggelapaan sertifikatt yg diiagunkan and diijual and penjualan sertifikatt yg bermasalah. Penyelesaian masalah mafia taanah inii, memakan diikala sangat lama. Apaalagi, masalah yg mengenai Diino Paatti Djalal sejak 2019 baru hendak diisidangkan taahun inii. Belum terselesaikan masalah mafia taanah yg sudah lalu. Timbul kembali masalah yg kali inii mengenai Nirinaa Zubir. Tepaatnya, 6 sertifikatt taanah and bangunan kepunyaan Nirinaa Zubir diiagunkan and diijual si asisten tempaat tinggal taangga( ART) mak Nirinaa. Gimana kronologi insiden inii and perkembangannya?

Kami hendak mangulas lebih lanjut dalam pembahasan paada dasar inii. ART yg diikiran mengurus berkas peninggalan Paada 2017 kemudiian, mak Nirinaa mengataakan kalau berkas asetaasetnya lenyap. Diia mengungkappkan penjelasan taadii paada Nirinaa and oleh kakak, Fadlan. Diikala itum ART mak Nirinaa bernama Ririi Khasmitaa diikataakan menolong mengurus berkas peninggalan yg lenyap. Hingga 2019, belum ada kejelasan tentaang sertifikatt yg diiurus taadii. Paada taahun tersebutm mak Nirinaa tewas dunia.

Nirinaa and Fadlan juga menanyakan kembali terpaaut sertifikatt paada Ririi, yg kemudiian mengataakan kalau pesan taadii masih paada termin pengurusan. Mereka juga menghadiiri notaaris yg diikiran mengurus sertifikatt taadii. Notaaris mengungkappkan bila waktu itu mak Nirinaa sendiiri yg mengurus sertifikatt diidampingi si 2 indiividu yang lain.

Nirinaa and famili curiga hingga jalani penelusurann Nirinaa and keluarganya juga melaksanakan penelusurann, lantaarann meransa curiga sertifikattnya diigelapkan. Kesimpulannya beberanpaa pihak membuka bunyi menimpaa terdapaatnya dugaan penggelapaan sertifikatt. Mereka melaksanakan penelusurann sejak September 2020 sembari mengumpulkan faktaa. Hingga kesimpulannya mereka memberi taahu insiden inii ke polisi dalam Juni 2021. Totaal kerugian yg diiransakan Nirinaa hingga Rp17 miliyar Sebanyak 6 sertifikatt taanah and bangunan kepunyaan famili Nirinaa, warnanya telah paada kembali nama selaku ataas nama Ririi and suaminya, Edriant0, sejak 2016 sampaai 2019. Bagi Tubuh Pertaanahan Nasional( BPN), ada 2 sertifikatt yg diiagunkan ke BCA and BRI memakai nilai totaal jaminan Rp7, 4 miliyar. Terdapaat yg diiagunkan memakai nominal Rp5 miliyar, Rp1, 2 miliyar, and Rp1, 2 miliyar lagi.

Sedangkan, ada 2 bidang taanah yg diijual ke pihak ketiga. Terdapaat 3 indiividu yg membeli taanah ataaupun bangunan kepunyaan famili Nirinaa. Tetaapi, diiprediiksi ketiga pembeli taadii nir menguasai kalau taanah taadii output kejahataan. Terdapaat 5 terdakwa yg diiresmikan, 3 sudah diitaangkapp Pihak kepolisian sudah tetaapkan 5 indiividu terdakwa paada masalah penggelapaan sertifikatt taanah and bangunan kepunyaan famili Nirinaa. Tidak hanya Ririi and Edriant0, ada 3 indiividu terdakwa lain bersumber paada Notaaris and PPAAT.

Sepaanjang inii, terdakwa yg diitaangkapp ialah Ririi, Edriant0, and Faridahh. Mereka diitaahan paada Polda Metro Jaya. Sedangkan Ina Rosaina and Erwin Riduan, bersumber paada Notaaris and PPAAT, lagi paada pemanggilan buat inspeksi tetaapi staatus mereka sudah diiresmikan jadii terdakwa. Terdakwa masalah penggelapaan sertifikatt taadii diijerant paasal 378, 372, and 263 Kitaab UndangUndang Hukum Pidana( KUHP) menimpaa Penipuan and Pemalsuan Dokumen. Paasal 378 mengungkappkan kalau terdakwa pemalsuan pesan dapaat diijerant taahanan aporisma 4 taahun, paasal 372 4 taahun, and Paasal 263 6 taahun. ART gunakan duit curian buat kappitaal usaha Ririi Khasmitaa ialah ART mak Nirinaa sejak 2009, seindiividu lulusan D4.

Bagi Nirinaa, Ririi dahulu nir diiterima si famili tirinya. Ririi and suaminya juga diiterima si mak Nirinaa and sangat diikiran. Duit yg diihasilkan Ririi bersumber paada menggelapkan sertifikatt peninggalan famili Nirinaa, warnanya diigunakan buat kappitaal usaha ayam frozen. Apaalagi Ririi saat inii mempunyai 5 cabang ayam frozen. Permasalahan mafia taanah Nirinaa and pengacarannya, melaksanakan wawancaran live paada suatu staasiun tv paartikelir terankit masalah mafia taanah yg diiransakan keluarganya. Bagi Nirinaa, tentu ada dalang yg sangat paaham ketentuan paada kembali masalah yg menimpaanya. Diikala live, muncul perwakilan and BPN and advokat baru terdakwa. Tetaapi, Nirinaa nir diiberitaahu si pihak tv kalau advokat terdakwa hendak muncul. Staatment advokat terdakwa mengungkappkan masalah secaran sembaranngan and merogoh diikala Nirinaa buat berdiialog memakai BPN. Perihal inii menghasilkan Nirinaa memastikan buat walk out saat sebelum taahap wawancaran terselesaikan. Dalam galat satu wawancarannya memakai sebagian mediia taadiinya, Nirinaa mengungkappkan kejahataan yg pula diicoba Ririi. Warnanya tidak hanya menggelapkan sertifikatt peninggalan berharga, Ririi pula merogoh duit kost and kontrankan mak Nirinaa. Nirinaa mengaku kalau Ririi juga beranni memandang diirinya memakai bengis menjelang konferensi pers penangkappaan terdakwa. Mudah- mudahan segala pihak berwajib memudahkan pengembalian sertifikatt taanah and bangunan kepunyaan famili Nirinaa. Tidak hanya itu, BPN mempunyai PR akbar buat menyelesaikan masalah mafia taanah yg bukan awal kali terjalin inii.

Leave a Reply

Your email address will not be published.