Oknum Polisi Cabuli dan Peras Harta Istri Tersangka Narkoba di Medan

Oknum Polisi Cabuli dan Peras Harta Istri Tersangka Narkoba di Medan

Tingkah laku dan tindakan polisi seringkali selalu menjadi sorotan. Mengapa? Hal ini karena mereka dipandang sebagai pengayom dan pengayom masyarakat. Publik harus melihat aparatur negara sebagai panutan yang harus bersikap dan bertindak dengan baik. Goyangkan kepalamu. Yang seharusnya melindungi rakyat malah menggunakan kata-kata kasar, pemukulan, pemerasan dan perilaku buruk lainnya yang melanggar aturan dan hukum negara.

Ada begitu banyak kasus di mana polisi telah melakukan hal mereka dan memfitnah polisi. Baru-baru ini, seorang petugas polisi di Medan melakukan pelecehan seksual dan memeras istri salah satu tersangka narkoba. Kamis (11/11/2021) Enam polisi yang bertugas di Polres Kutalimbaru pada Kamis (11/11/2021) di Polrestabes Medan didakwa terlibat kasus cabul. Keenam nama tersebut adalah Aiptu Desvi Ramanda dan Aipda Suheri Darwin Berutu, Aipda Heri Kurnia Ryadi, Aiptu Hawa Gurusinga, Aipda Sahri Pohan dan Bripka Rahmat Hidayat Lubis. Dari enam nama tersebut, Bripka Rahmat dan Aiptu Desvi merupakan dua di antara mereka yang mengalami pelecehan seksual.

Korban merupakan istri tersangka narkoba berinisial MU (19). Yang tak lain adalah suaminya SM.MU. dia ditangkap polisi tapi tidak langsung dibawa ke Polsek Kotalimbaru. Setelah ditangkap polisi MU dan dua tersangka narkoba, mereka tidak langsung dibawa ke Polsek Kotalimbaru.

MU mengaku tidak punya uang. Dia juga memanggil ayah tirinya tetapi jawabannya sama, ayah dan bahkan ayah tirinya tidak punya uang. MU akhirnya dibebaskan dengan syarat dua motor miliknya (Yamaha Vixion dan Suzuki Satria Fu) disita dan korban juga disita.

Kepala polisi dan stafnya tidak disukai. Akibat kasus ini, selain pemecatan anggota polisi yang melakukan pelecehan seksual, Inspektur Kepala Polda Sumut, Panca Putra Simanjuntak, dicopot dari jabatannya di Kanit. Menurut Kapolres Medan Zonni Aroma, Bripka Rahmat sudah tiga kali diadili karena positif tes urine. Bos Kombes Pol Hadi Wahyudi mengatakan polisi telah meminta klarifikasi tentang tindakan polisi tersebut. Utara masih diselidiki.

Tim penyidik ​​Kapolda Sumatera. Netizen pun mengecam tindakan cabul polisi tersebut. Mereka tidak hanya menuntut deportasi, tetapi juga hukuman yang setimpal. Tingkah laku polisi ini mencoreng nama polisi.Ternyata polisi yang seharusnya menjadi contoh dan pengayom masyarakat yang baik justru melakukan kejahatan yang keji.

Leave a Reply

Your email address will not be published.